AKU DAN KAMPUNG HALAMANKU
•••Bismillahirahmanirahim•••
Alangkah baiknya segala sesuatu itu dimulai dengan basmalah agar bisa menjadi nilai ibadah.
Assalamu'alaikuk Warahmatullahi Wabarakatuh..
Selamat Pagi, Siang, serta Malam saya ucapkan kepada para pembaca halaman blog pribadi saya. (Tergantung Kapan Waktu Kalian Membacanya)
•••AKU DAN KAMPUNG HALAMANKU•••
Pada kesempatan kali ini pembahasan yang akan saya bawakan adalah terkait dengan diri saya pribadi serta kampung halaman saya yang mana materinya berjudul "AKU DAN KAMPUNG HALAMANKU"
Karena pada judul tersebut mencakup kata "AKU" dan juga kata "KAMPUNG HALAMANKU" Maka pada tulisan kali ini akan dibagi menjadi 3 bagian pembahasan. yang pertama, akan membahas tentang kata "AKU". Yang kedua, akan membahas tentang kata "KAMPUNG HALAMANKU". Yg ketiga, akan membahas secara keseluruhan tentang "AKU DAN KAMPUNG HALAMANKU".
Baiklah daripada nantinya kalian malah bosan dengan ocehan dan basa-basi saya maka langsung saja kita menuju pada pembahasan kita yang pertama.
1. AKU
Sudah saya jelaskan pada pembahasan di awal bahwasannya pembahasan yang pertama akan membahas kata "AKU" siapakah itu aku ?? Ayo mari kita tebak !!
Untuk tim yang menjawab orang yg dimaksud dari kata "Aku" adalah "Penulis" maka selamat jawaban anda benar. Dan bagi tim yang menjawab salah, maka anda kurang beruntung "COBA LAGI". Dan bagi tim yang menjawab Allahu'alam, anda harus belajar lagi untuk berani menetapkan pilihan hehe...
Tanpa basa-basi lagi kata "aku" adalah sang penulis atau saya pribadi nahh.. Tentu timbul pertanyaan, siapa sih saya ?? siapa sih yang menulis tulisan ini ?? Terlihat aneh ya bertanya pada diri sendiri. Namun mungkin pertanyaan tersebut mewakili pertanyaan para pembaca yang bertanya-tanya siapa orang dibalik tulisan-tulisan ini untuk itu mari simak sedikit informasi tentang diri saya..
Pada kesempatan kali ini, izinkanlah saya untuk memperkenalkan diri saya. Nama saya Beri prima. Saya adalah anak kedua di keluarga saya dan saya memiliki 1 saudara kandung. Saya lahir di Kabupaten Sambas, Di Desa saya tercinta Desa Semata Rt 05/rw 03, Lahir pada tanggal 06 Desember 2001. Saat ini, saya tinggal di kampung halaman saya di desa Semata.
Saya adalah seorang mahasiswa semester 1 ( Mahasiswa Baru) di kampus IAIN PONTIANAK. di sana saya mengampu Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) Dan alhamdulillah saya di tempatkan pada ruang kelas G.
Saya sangat menyukai diksi atau puisi yg berkaitan dg sajak patah hati hehe.
Pada keseharian saya juga kadang kadang suka menulis sedikit tentang sajak patah hati. Walaupun saya hanya mem-publish nya di akun media sosial saya namun hal itu sudah membuat saya cukup bahagia dengan hobi saya tersebut.
Tentang cita-cita saya, saya juga kurang paham dg kemauan saya sendiri saya hanya akan mengikuti alur hidup saya nantinya entah nantinya saya menjadi tenaga pengajar atau guru sesuai jurusan kuliah saya atau justru malah menjadi seorang penulis profesional dan terkenal sesuai hobi dan minat saya tergantung jalan dan takdir hidup saya membawa saya kemana hehe.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai perkenalan ini. Terima kasih banyak atas perhatiannya.
2. KAMPUNG HALAMANKU
Setelah mengetahui maksud dari kata "AKU" Maka kita bisa melanjutkan pembahasan yang ke 2 tentang kampung halamanku. Sudah disebutkan pada pembahasan yang pertama bahwasannya saya tinggal di desa Semata, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Karena saya tidak bisa menulis ruang- lingkup provinsi dan ruang-lingkup kabupaten maka saya kita hanya akan membahas tingkat desa / kampung saja. Alasannya karena ruang-lingkup kabupaten dan provinsi sangat luas dan alasan lain juga karena judul pembahasan kita hanya membahas kampung halaman. Kampung halaman yang akan dibahas adalah adalah desa Semata, desa dimana saya dilahirkan. Alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengilas balik sejarah desa semata.
Menurut sumber : http://sematahebat.blogspot.com
Desa Semata di bentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal usul desa dan kondisi sosial budaya masyarakat dan juga alamnya yang sangat strategis kedudukannya sehingga untuk menghubungkan dari desa ke desa yang lainnya masih sulit sehingga pada saat itu dibangunlah jalan penghubung. Walaupun jalan tersebut masih belum sempurna seperti apa yang diharapkan namun masyarakat sudah bisa berhubungan antara desa yang satu dengan yang lainnya.
Kemudian pada awal tahun 1955 desa Semata masih belum ada, yang ada hanya Desa Semata Hulu. Mengingat karena terlalu luasnya daerah Pemerintahan Desa Semata Hulu dan letak daerah yang sangat luas pada saat itu. Maka atas Prakarsa Tokoh masyarakat muncullah suatu gagasan mereka untuk menjadikan daerah Semata Hulu menjadi Tiga Desa yaitu Desa Semata Hilir, Desa Semata Biangsu dan Desa Simpang Empat diperkirakan pada awal tahun 1960-an.
Dan setelah terbentuknya Desa Semata Hilir dan Desa Semata Biangsu ada peraturan Pemerintah sekitar Tahun 1990-an tentang penggabungan Desa, Maka Desa Semata Hilir bergabung dengan Desa Semata Biangsu menjadi sebuah Desa yang dinamakan Desa Semata sampai sekarang.
3. AKU DAN KAMPUNG HALAMANKU
Pada pembahasan yang terakhir ini merupakan pembahasan inti dari semua tulisan yang telah kita baca dari tadi dengan seksama.
Pada pembahasan yang ke 3 ini saya akan bercerita sedikit tentang kehidupan saya di kampung halaman saya yaitu desa Semata. Desa kami terletak pada kecamatan Tangaran dan di apit oleh 2 desa lain. Pada sebelah hulu bersebrangan dengan desa Simpang 4 dan pada sebelah hilirnya bersebrangan dengan desa Tri-Mandayan. Mendengar nama "SEMATA" pasti yang terbayang adalah sebuah mata "SE" untuk sebuah / satu, "MATA" untuk indra penglihatan yaitu organ mata. Yang mana jika di kombinasikan menjadi SEbuah MATA (SEMATA) yang mana merujuk pada satu mata. Banyak orang yang berasumsi dan bergurau tentang nama desa semata bahwa desa semata itu masyarakatnya hanya mempunyai satu organ mata. Padahal itu tidak benar dan hanya sekedar gurauan belaka untuk desa kami. Faktanya masyarakat di desa kami atas izin Allah SWT semuanya sempurna tanpa kekurangan sedikitpun dan alhamdulillah semuanya sehat-sehat berkat aktivitas-aktivitas masyarakat yang sehat.
Aktivitas sehari-hari masyarakat desa kami sama seperti desa normal lainnya karena didesa kami dikaruniai tanah yang subur maka mayoritas masyarakat desa kami memanfaatkannya untuk bertani dan berkebun. Mayoritas pekerjaan masyarakat adalah bekerja sebagai petani. Terkait dengan pendidikan desa kami Alhamdulillah bisa dikatakan baik sebab banyak lulusan-lulusan sarjana yang berasal dari desa kami, mayoritas sarjana tersebut bekerja sebagai tenaga pengajar / guru. Namun karena desa kami tanahnya bisa dikatakan subur maka tidak jarang ditemukan lulusan sarjana pun ikut menjadi seorang petani bahkan tidak jarang pula tenaga PNS yang juga ikut bekerja sampingan sebagai petani, karena melihat hasil yang cukup menjanjikan. Intinya sebagai seorang sarjana tidak perlu memikirkan gengsi untuk bekerja, baik bekerja secara kasar maupun santai tetap dilakukan dengan semangat dan sungguh sungguh terlebih lagi pekerjaan tersebut baik dan halal.
Kembali pada topik pembicaraan kita yaitu aku dan kampung halamanku, memang benar kata "aku" dan "kampung halaman" ini memang sukar untuk dipisahkan sebab terlalu banyak kenangan di desa ini dari kenangan masa kecil bermain dan bercanda bersama teman hingga sekarang tumbuh remaja dan dewasa.
Keseharian saya di desa sama seperti pemuda-pemudi desa lainnya, bermain, bercanda, bekerja, serta berinteraksi dengan masyarakat lain.
Desa kami juga mempunyai banyak organisasi-organisasi salah satunya yang saya ikuti adalah Remaja Mesjid dan juga Karang Taruna. Pada organisasi remaja mesjid saya dipercayai menjabat sebagai ketua dari sejak kelas 2 SMA hingga sekarang dan pada organisasi karang taruna kami sering melakukan program-program kerja untuk kemaslahatan masyarakat. Saya juga dipercayai untuk menjadi guru untuk anak-anak TPA di desa tempat saya tinggal. Hitung-hitung untuk mencari kesibukan serta melatih public speaking dan pengembangan ilmu yang saya dapat pada instansi pendidikan.
Tentang penataan desa, desa kami hampir bisa dikatakan sudah baik sebab perangkat desa sudah bekerja sepenuh tenaga untuk membangun desa. Desa kami mempunyai 2 lapangan sepak bola, yang pertama adalah lapangan bola "GOJOH BOLE" dan yang kedua lapangan bola "SNOW WAR" Keduanya aktip digunakan sehari-hari untuk kegiatan -kegiatan olahraga.
Tidak ada yang terlalu iconik pada desa kami selain namanya serta kalimat "GOJOH BOLE" nya hehe...
Kenapa saya katakan seperti itu sebab kata Gojoh Bole tersebut sudah melekat dengan desa kami. Saking sudah melekatnya apabila orang desa kami pergi ke desa lain dan mengatakan kalimat "GOJOH BOLE" maka orang dari desa lain sudah pasti mengetahui bahwa orang tersebut adalah orang yang berasal dari desa Semata.
Tidak bisa dipastikan dari mana asal-usul kata tersebut serta apa arti sesungguhnya dari kata tersebut namun sampai sekarang kalimat tersebut sudah menjadi jati diri desa yang melekat pada desa kami.
Itulah kutipan singkat tentang pembahasan "AKU DAN KAMPUNG HALAMANKU" Semoga tulisan ini bisa menjadi wawasan tambahan bagi kita semua.
Sampailah kita pada akhir tulisan bagi para pembaca saya ucapkan terima kasih telah membaca.
Wassalamu'alaikum wr..wb....