ASTIATINA
NAMA : BERI PRIMA
NIM : 12001259
KELAS : PAI 1G
BIOGRAFI ASTIATINA (Cinta Pertamaku)
Cinta pertama memang tidak asing bagi semua orang, Cinta pertama selalu dikaitkan dengan hal-hal manis yang sukar untuk dilupakan, dimana semua hal tentang dirinya masih melekat di dalam jiwa, semua kenangan tentangnya masih terlukis di dalam dada, dimana bau parfum nya selalu melekat bakk menjelma seperti raganya, bagaimana mungkin bisa dilupakan sedang pepatah sang pujangga pun mengatakan bahwasannya cinta pertama adalah cinta yg mengajarkan awal dari kata derita dan juga awal dari semua rasa.
Siang itu awal masuk tahun ajaran baru di Sekolah Menengah Pertama aku melihat seorang wanita yang begitu mencuri perhatianku, yang ternyata sosok itu begitu berpengaruh dalam kehidupanku hingga sekarang, wanita itu hingga sampai saat ini belum bisa aku lupakan, ia adalah Cinta pertamaku.
Dengan mengendarai sepeda motor berwarna hitam diterpa teriknya panas matahari tak membuat kecantikannya luntur sedikitpun. meski saat itu ia belum pernah mengenal yang namanya make-up dan skincare namun cantiknya begitu natural walaupun tanpa dipoles sedikitpun.
Namanya Astiatina, kulitnya putih bersih laksana kertas tanpa tinta, wajahnya ayu berseri bak rembulan di malam hari, senyumnya manis bak inti sari bunga melati, mata nya sayup menenangkan hati, sikap nya lembut selembut embun dipagi hari.
Pertemuan pertama di sekolah swasta membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama, dimulai sejak sekolah menangah pertama, SMA, hingga sampai detik dimana aku menulis namanya.
Hari manis itu bak hari dari surga, setiap jengkal langkah kakinya selalu kutatap tanpa jeda, setiap senyumnya kurekam dalam kenangan, setiap sedihnya kusimpan menjadi genangan.
Aneh rasanya hari itu aku belum pernah mengenal sosok yang aku cintai itu, bagaimana mungkin aku mencintai sosok yang tak kukenal, baru aku pahami sekarang bahwasannya inilah cinta, cinta pertama, inilah kehendak sang pencipta kita tak bisa menaruh rasa pada setiap insan sebab rasa cinta ialah milik sang kuasa dimana ia meletkkannya disanalah kita akan melabuhkan rasa.
Mulai hari itu semua segi kehidupan sekaan berubah, Aku mulai mencari tahu siapa dirinya. Siapa yang begitu aku cintai itu. Aku mulai berfikir sendiri bak seperti seorang filsuf yang sedang berfilsafat memikirkan jawaban tentang pertanyaan-pertanyaanku yang kian hari semakin bertambah banyak, siapakah dirinya ? Darimana asalanya? Apakah ia sudah mempunyai pasangan? Apakah ia masih melajang ? Apakah aku bisa mencintainya ? Apakah diri ini pantas ?.
Seluruh pertanyaan di dalam kepala seakan berkecamuk laksana perang uhud di jazirah arab melawan 3000 pasukan kaum musyrikin yg dipimpin abu sufyan.
Namun lamunan ku pun tersadar kala dimana seorang temanku yang menegur dan menepuk punggungku dari belakang, "Bro, kenapa melamun" tanya temanku, tersadar dari lamunanku aku pun tersenyum melihat sosok berambut agak pirang kecoklatan itu, sekali lagi temanku se-meja itu bertanya dengan redaksi pertanyaan yang sama, "Mengapa kamu melamun". Aku bingung harus menjawab apa, namun aku dengan jujur mengatakan bahwsannya aku juga bingung dengan diriku sendiri. "Entahlah aku juga tidak tahu" ucapku kepada temanku, dia pun tertawa meliat tingkah anehku. Baru aku pahami sekarang begitu ternyata yang dinamakan jatuh cinta, makan tak kenyang tidur tak nyenyak semua serba salah. Begitu menyiksa batin namun juga tak ingin apabila rasa ini hilang begitu saja.
Selang beberapa minggu, mulai banyak informasi tentang dirinya. Terlebih lagi ada temanku yang kebetulan berteman dengan dengannya. Tak menunggu lama aku pun bertanya pada temanku tersebut, siapa dia dan semua pertanyaan yang begitu banyak menyibukkan isi kepala.
Temanku pun berkata "Sabar, kamu ini tidak sabaran sekali, satu-satu lah" dan aku pun seketika diam kala dia menjelaskan sosok yang begitu aku cintai tersebut, Seperti yang saya katakan diatas namanya adalah Astiatina, ia tinggal di desa matang buah kecamatan tangaran. Tak banyak informasi yang bisa didapatkan dari temanku tersebut namun setidaknya aku sudah mengetahui namanya adalah Astiatina.
Sejak hari itu aku selalu diam-diam memandangnya tanpa ia sadari aku begitu mencintainya namun hanya mampu mencintai dalam diam sebab di sekolah ia begitu populer sebab kecantikannya tidak hanya itu ia juga termasuk siswi yang pintar dan berprestasi. Ia begitu menyenangi dunia ekstrakulikuler terutama ekstrakulikuler Pramuka. Seperti yang kita ketahui pramuka selalu identik dengan yang namanya panas-panasan namun tak melunturkan kecantikannya malah menjadi nilai tambah baginya sebab jarang sekali wanita cantik dan putih yang mau panas-panasan dibawah teriknya matahari.
Waktu terus berlalu setiap detik berganti menit setiap menit berganti jam setiap jam berganti hari setiap hari berganti minggu, aku terus memikirkan wanita itu. Rasanya dunia telah dipenuhi oleh dirinya, namanya raganya, bayangnya. Melihat keatas seolah ada dia, meliat kebawah, kanan, kiri semuanya terbayang raga cantiknya.
Hingga sampai hari dimana aku mengetahui akun media sosial nya seketika aku pun langsung mencari nya dan meminta pertemanan ke akun nya tersebut, kala itu masih zamannya facebook. Awal nya saya gengsi dan malu untuk memulai percakapan terlebih dahulu alhasil lama sekali kami baru memulai percakapan dari selang kami berteman di media sosial.
Namun rasa cinta ini lebih besar dari rasa gengsi dan akhirnya saya pun memulai percakapan di akun media sosial kami. Saya sangat berterima kasih pada mark zuckerberg telah membuat dan mendirikan yang namanya facebook akhirnya saya bisa bertukar informasi dengan orang yang begitu saya cintai.
Dari percakapan-percakapan panjang itu saya lebih mengenal dia lebih dalam saya bisa mengetahui kesehariannya.
Nama panjangnya memang Astiatina, ia lahir di desa matang buah kecamatan tangaran, kabupaten sambas, prov kalimantan barat, dan tanggal lahirnya hingga saat ini masih kuingat yaitu 11 Oktober 2001, ia adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara artinya ia adalah anak bungsu (anak terakhir). Ia mempunyai seorang kakak laki-laki dan juga seorang kakak perempuan. Kebetulan kakak perempuannya adalah kakak kelas saya di waktu SMP dan Juga di waktu SMA dulu.
Mengenai Hobi nya seperti yang saya katakan diatas hobinya adalah mengikuti ekstrakulikuler Pramuka. Ia juga pintar dalam matematika dan pelajaran-pelajaran lain terlebih dalam pelajaran Agama. Karena memang basic sekolah kami adalah sekolah agama.
Kesehariannya dulu ya sama seperti anak-anak dan wanita pada umumnya, sebagai seorang pelajar ia memang giat belajar sampai saat dimana ia pernah kerja kelompok dirumah temannya yang memang agak jauh hingga balik tengah malam. Dan alhamdulillah orang tuanya memang tidak marah karena memang ia sedang belajar kelompok.
Dia juga sangat menyukai film-film bergenre Horor padahal dia sendiri orangnya sangat penakut, yaa dia penakut tapi selalu penasaran dengan yang namanya film-film bergenre horor saya pun heran dengan dirinya, sudah tau takut masih juga di tonton.
Berbeda dengan cerita pada setiap film-film yang di tontonnya, yang pada setiap ending jalan akhir dari semua film selalu berakhir dengan indah namun sayangnya cerita ini malah endingnya tidak indah namun juga indah, lho bagaimana maksudnya dengan endingnya indah namun tidak indah.
Suatu hari ia berniat untuk berhijrah, ingin mendalami ilmu agama lagi. Dan alhasil memang benar adanya ia mulai hijrah menjadi lebih baik lagi, itu adalah hal yang begitu mengembirakan, namun sayang juga merupakan sebuah bentuk perpisahan, ia semakin dekat dengan tuhannya dalam perkara ibadah dan ilmu pengetahuan namun sayangnya semakin jauh denganku, di samping rasa syukur karena ia menjadi lebih baik lagi namun juga agak sedih karena kini ia semakin jauh. Ia memutuskan memakai cadar sekarang, memang berat adanya menjalankan sunnah di tengah-tengah orang yang belum mengenal sunnah namun hebatnya ia bisa istiqomah hingga sekarang dan kabarnya sekarang ia akan mondok di salah satu pondok pesantren di jawa.
Artinya tidak hanya kabarnya namun raga nya pun sekarang semakin menjauh, sedang aku ?? Aku hanya bisa menunggu seraya melambungkan namanya di dalam setiap doa - doa jika berjodoh maka ia akan menikah dg ku jika tidak maka hanya bisa ikhlas. Allahu'alam bhisawab.
Sekarang beliau akhlaknya bak seperti bunda khadijah sedang diri ini tak akan mampu menjadi seperi baginda rasulullah, lantas harus bagaimana ? Rembulan yang begitu menyejukkan kini telah berubah menjadi matahari yang begitu menyilaukan tak dapat lagi ku tatap apalagi untuk ku jangkau.
Sungguh sejak hari pertama aku memutuskan untuk mencintainya hingga hari ini namanya lah yang masih tetap kucinta.
Sekian dan terima kasih