KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
NAMA : BERI PRIMA
NIM : 12001259
KELAS : PAI 4G
Karakteristik
Peserta Didik
Memahami
karakteristik peserta didik merupakan hal yang sangat penting guna tercapainya
tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran harus ada ketersambungan
komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Karena itu pemahaman
karakteristik peserta didik adalah sesuatu yang mutlak oleh pendidik karena
adanya bermacam-macamnya karakter yang membutuhkan penanganan dan langkah yang
berbeda. Untuk itu beberapa hal yang perlu kita fahami :
a. Karakteristik
Individu
Individu
berasal dari kata indivera yang berarti satu
kesatuan organisme yang tidak dapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda
dari individual yang
berarti orang atau perseorangan. Setiap individu pasti mengalami proses
pertumbuhan dan perkembangan, karena itu merupakan sifat kodrat manusia yang
perlu diperhatikan. Perbedaan makna dari pertumbuhan dan perkembangan adalah
istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan kuantitatif mengenai
aspek fisik atau biologis, sedangkan istilah perkembangan digunakan untuk
perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani. Dalam proses
pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki berbagai kebutuhan yang dapat
dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Selain itu seiring
usianya bertambah, kebutuhan individupun akan juga bertambah.
b. Karakteristik
Individu Sebagai Peserta Didik
Individu
memiliki sifat bawaan (heredity) dan karakteristik
yang diperoleh dari pengaruh lingkungan sekitar. Menurut ahli psikologi,
kepribadian dibentuk oleh perpaduan faktor pembawaan dan lingkungan.
Karakteristik yang bersifat biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedangkan
karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah
karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan. Setiap peserta didik
memiliki karakteristik, yaitu Kehidupan individu yang utuh, lengkap, dan
memiliki ciri khusus/unik.
Kehidupan
pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek, antara lain:
1. aspek
emosional
2. aspek
sosial psikologis
3. aspek
sosial budaya
4. kemampuan
intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor
lingkungan.
Karakteristik
kehidupan pribadi bersifat khusus, dengan kata lain tidak dapat disamakan
dengan individu-individu lainnya. Seseorang individu juga memerlukan sebuah
pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya. Ia mempunyai harga diri dan
berkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut. Menurut ahli
psikologi perkembangan kehidupan pribadi manusia dipengaruhi oleh faktor
keturunan (pembawaan) dan faktor lingkungan (pengalaman).
Aliran
Nativisme menyatakan perkembangan pribadi telah ditentukan sejak lahir,
sedangkan aliran Empirisme menyatakan perkembangan pribadi dibentuk oleh
lingkungan hidupnya. Aliran yang menyatakan bahwa kedua faktor itu secara
terpadu memberikan pengaruh tarhadap kehidupan seseorang adalah aliran
konvergensi. Perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda sesuai dengan
pembawaan dan lingkungan tempat mereka hidup dan dibesarkan. Oleh karena itu,
kepribadian setiap individu akan berbeda-beda sesuai denga sifat badan dan
kondisi lingkungan hidupnya.
Adapun
kepribadian atau tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh proses perkembangan
kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berinteraksi dengan lingkungannya
serta kejadian-kejadian saat sekarang. Kehidupan pribadi yang mantap akan
membentuk perilaku yang mantap pula, sehingga mampu memecahkan berbagai
permasalahan hidupnya.
Sebagai
upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Membiasakan
hidup sehat, teratur, serta efisien waktu, mengenal dan memahami nilai-nilai
dan norma sosial yang berlaku secara baik dan benar.
2. Mengerjakan
tugas dan pekerjaan sehari-hari secara mandiri dan penuh tanggung jawab.
3. Sering
bersosialisasi dengan masyarakat.
4. Melatih
cara merespon berbagai masalah dengan baik.
5. Menghindari
sikap dan tindakan yang bersifat lari dari masalah.
6. Disiplin,
patuh, dan tanggung jawab terhadap aturan hidup keluarga.
7. Melaksanakan
peran sesuai status dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
8. Berusaha
dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan
ketrampilan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, baik melalui
pendidikan yang formal maupun tidak.
Selain itu
perlu diciptakan suasana yang kondusif dan keteladanan dari pihak yang memiliki
otoritas, serta mengefektifkan perkembangan sosial. Tentang pertumbuhan dan
perkambangan para ahli menyatakan bahwa istilah pertumbuhan tidak bisa
dipisahkan, namun bila ingin dibedakan maka pertumbuhan lebih menunjuk kepada
perubahan fisik sedang pekembangan lebih menuju kepada perubahan psikis dimana
perubahan-perubahan tersebut terjadi akibat dari kekuatan-kekuatan interen
secara otomatis dan kekuatan-kekuatan dari luar.
Istilah
pertumbuhan biasa digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan ukuran fisik
yang secara kuantitatif yang semakin lama semakin besar atau panjang. Dan
istilah perkembangan digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan dalam aspek
psikologis dan sosial dimana aspek ini meliputi aspek-aspek intelek, emosi,
bahasa, bakat khusus nilai dan moral serta sikap. Adapun pokok-pokok
pertumbuhan dan perkembangan diantaranya:
a. Pertumbuhan
fisik
Pada
dasarnya merupakan perubahan fisik dari kecil atau pendek menjadi besar dan
tinggi yang prosesnya terjadi sejak sebelum lahir hingga dia dewasa pertumbuhan
fisik ini sifatnya dapat di indra oleh mata dan dapat di ukur oleh satuan
tertentu.
b. Perkembangan
Intelektual atau daya pikir
Intelek atau
daya pikir seseorang berkembang berjalan dengan pertumbuhan saraf otaknya dalam
tahap ini inidividu lebih menonjolkan pada sikap refleknya terhadap stimulan
dan respon terhadap stimulan tersebut.
c. Perkembangan
emosi
Berhubungan
erat dengan keinginan untuk segera memenuhi kebutuhan terutama kebutuhan
primer. Jika kebutuhan itu tidak segera dipenuhi, dia akan merasa kecewa dan
sebaliknya. Kecewa dan puas merupakan perasaan yang mengandung unsur senang dan
tidak senang seperti pada pertumbuhan bayi. Emosi ini merupakan perasaaan yang
disertai oleh perubahan perilaku fisik sebagai contoh bayi yang lapar akan
menangis dan akan semakin keras tangisanya jika tidak segera disusui atau
diberi makan. Perasaan marah ditunjukan oleh reaksi teriakan dengan suara keras
dan jika sedang merasa gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan
sebagainya.
d. Perkembangan
Sosial
Dalam
proses pertumbuhan dan perkembangannya, setiap individu tidak dapat berdiri
sendiri atau membutuhkan bantuan individu lain demi untuk dapat mempertahankan
kehidupanya. Adapun lingkungan sosial individu dalam peran perkembangannya
dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan luar keluarga, lingkungan
masyarakat selanjutnya orang yang dikenal semakin banyak dan semakin heterogen
dalam berkehidupan sosial. Dalam perkembangannya dia mengetahui bahwa kehidupan
manusia itu tidak seorang diri, harus saling membantu dan dibantu, memberi dan
diberi dan sebagainya.
e. Perkembangan
Bahasa
Fungsi
pokok bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau sarana pergaulan dengan
sesamanya. Bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak,
dan suara untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kepada orang lain.
f. Bakat
Khusus
Seseorang
yang memiliki bakat akan mudah dapat diamati karena kemampuan yang dimilikinya
berkembang dengan pesat, seperti kemampuan dibidang seni, olahraga, atau
ketrampilan.
g. Sikap,
Nilai, dan Moral
Adapun
masa anak-anak, perkembangan moral yang terjadi masih relatif terbatas. Ia
belum menguasai nilai-nilai abstrak yang berkaitan dengan benar-salah dan
baik-buruk atau inteleknya masih terbatas. Selain itu ia belum mengetahui
manfaat suatu nilai dan norma dalam kehidupannya. Semakin tumbuh dan berkembang
fisik dan psikisnya, ia mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan
hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang
dilarang. Proses ini dikenal dengan istilah sosialisasi nilai-nilai.
Setiap
individu terjadi variasi individual dalam perkembangan yang menyangkut variasi
yang terjadi pada aspek fisik maupun psikologis. Hal ini terjadi karena
perkembangan itu sendiri merupakan suatu proses perubahan yang kompleks,
melibatkan berbagai unsur yang saling berpengaruh satu sama lain. Perbedaan
yang paling mudah dikenali adalah perbedaan fisik, seperti bentuk badan, warna
kulit, bentuk muka, tinggi badan, sikap perilaku seperti kelincahan, banyak
bergerak, suka bicara, pendiam, tidak aktif, dan nada suaranya rendah.