STRATEGI PEMBELAJARAN
NAMA : BERI PRIMA
NIM : 12001259
KELAS : PAI4G
STRATEGI PEMBELAJARAN
Dalam
dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan method, or series of
activities designed to achieves a particular educational goal (J.R. David,
1976). Jadi, dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. Ada dua hal yang perlu kita cermati dari pengertian
di atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan
(rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber
daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berati penyusunan suatu strategi baru
sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi
disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan
penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Dengan demikian, penyusunan
langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar
semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum
menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur
keberhasilannya, sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi
(Wina Sanjaya,2006:126). Strategi pembelajaran merupakan rencana dan cara-cara
melaksanakan kegiatan pembelajaran agar prinsip dasar pembelajaran dapat
terlaksana dan tujuan pembelajaran bisa dicapai secara efektif (Mukhamad
Murdiono,2012:28). Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan
guru dalam proses pembelajaran(Hamzah B.Uno, 2006:45).
Strategi pembelajaran merupakan cara-cara
yang berbeda untuk mencapai hasil pmbelajaran yang berbeda di bawah kondisi
yang berbeda (Reigeluth, 1983, Degeng, 1989)(dalam Made Wena,2008:5). Kozma
(dalam sanjaya 2007) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran
dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat
memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya
tujuan pembelajaran tertentu (Hamruni, 2009:3). Kemp (1995) menjelaskan bahwa
strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan
guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan
efisien (Wina Sanjaya, 2006:126). Strategi pembelajaran merupakan cara
pengorganisasian isi pelajaran, penyampaian pelajaran dan pengelolaan kegiatan
belajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang dapat dilakukan guru
untuk mendukung terciptanya efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran
(Darmansyah,2010:17). Cropper(1998) mengataan bahwa strategi pembelajaran
merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai (Hamruni, 2009;3).
Moedjiono(1993)
mengatakan bahwa strategi pembelajaran adalah kegiatan guru untuk memikirkan
dan mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek dari komponen
pembentuk sistem pembelajaran, dimana untuk itu guru menggunakan siasat
tertentu (Abdul Majid,2013:8). Subana dan Sunarti (Iskandarwassid, Dadang
Sunendar,2008:5) memberikan pengertian strategi pembelajaran sebagai berikut:
1. Pola
umum atau karakteristik abstrak dari rentetan perbuatan pengajar dan peserta
didik dalam perwujudan KBM
2. Rencana
menyeluruh mengenai perbuatan pembelajaran yang serasi bagi pencapaian tujuan
pengajaran
3. Rancangan
atau pola yang digunakan untuk menentukan proses pembelajaran, merancang materi
pelajaran, dan memandu pengajaran di kelas
4. Pola
umum kegiatan peserta didik yang menggambarkan proses penentuan atau penciptaan
situasi tertentu dalam perwujudan kegiatan pembelajaran sehingga terjadi
perubahan tingkah laku.
Depdiknas(2003) merumuskan strategi
pembelajaran sebagai cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar agar pembelajaran
menjadi efektif. Artinya , rumusan yang dibuat Depdiknas lebih spesifik dengan
tujuan yang jelas, yaitu meningkatkan efektivitas pembelajaran. Rumusan
Depdiknas tersebut diperkuat dengan pernyataan selanjutnya bahwa dalam
mengembangkan strategi pembelajaran, guru perlu mempertimbangkan beberapa hal
yang memungkinkan terciptanya pembelajaran efektif dan berhasil
baik(Darmansyah, 2010:18-19). Menurut Wiranataputra(2001) strategi pembelajaran
merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan
berfungsi sebagai pedoman bagi perencanaan pengajaran dan para pengajar dalam
merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Nunan menafsirkan strategi
pembelajaran sebagai proses mental yang digunakan pembelajar untuk mempelajari
dan menggunakan bahasa sasaran (Iskandarwassid, Dadang Sunendar,2008:6 &
7).
Pendapat Dick dan Carey(1985) juga
menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan
prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan
hasil belajar pada siswa. (Wina Sanjaya,2006:126).
Gerlach dan
Ely menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih
untuk menyampaikan materi pemblajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.
Selanjutnya dijabarkan oleh mereka bahwa strategi pembelajaran dimaksud
meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan
pengalaman belajar kepada peserta didik (Hamruni,2009:3). Wina Sanjaya(2006)
menyatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkain
kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau
kekuatan dalam pembelajaran (Abdul Majid,2013:8).
Dick dan Carey(1990) menjelaskan bahwa
strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan
prosedur ataupun tahapan kegiatan belajar yang digunakan guru dalam rangka
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut mreka
strategi pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan
belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau pakt program
pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik (Hamruni,2009:3).
Abizar(1995)
menyatakan bahwa strategi pembelajaran diartikan sebagai pandangan yang
bersifat umum serta arah umum dari tindakan untuk menentukan metode yang akan
dipakai dengan tujuan utama agar pemerolehan pengetahuan oleh siswa lebih
optimal (Darmansyah,2010:18).
Mujiono(1992) mengartikan strategi pembelajaran
sebagai berikut: kegiatan pengajar untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya
konsistensi antara aspek-aspek dan komponen pembentuk system instruksional,
dimana untuk itu pengajar menggunakan siasat tertentu. Karena system
instruksional merupakan suatu kegiatan, maka pemikiran dan pengupayaan
pengkonsistensian aspek-aspek komponennya tidak hanya sebelum dilaksanakan,
tetapi juga pada saat dilaksanakan. Hal ini didasarkan pada pemiiran bahwa
suatu rancangan tidak selalu tepat pada saat dilakukan. Dengan demikian,
strategi pembelajaran memiliki dua dimensi sekaligus. Pertama, strategi
pembelajaran pada dimensi perancangan. Kedua, strategi pembelajaran pad dimensi
pelaksanaan. Pengertian strategi pembelajaran yang agak berbeda dengan Mujiono
dikemukakan oleh Zaini dan Bahri(2003) menyatakan bahwa strategi pembelajaran
mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha
mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan pembelajaran,
strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan pengajar dan peserta
didik dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah
digariskan. Ada empat strategi dasar dalam pembelajaran yaitu mengidentifikasi
apa yang diharapkan, memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik
pembelajaran, menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan.